Dari Posyandu Ranggo, Umi Badrah Tekankan Penguatan Kader dan Pembangunan Hijau
KOTA BIMA — Penilaian lomba Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Ranggo, Kelurahan NAE, berlangsung meriah pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Tim penilai dipimpin langsung Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bima, Hj. Badrah Ekawati, SE., S.Tr.Keb. Kedatangan tim penilai disambut antusias masyarakat. Suasana semakin semarak dengan penampilan ibu-ibu masyarakat yang mengenakan pakaian adat rimpu, sebagai bentuk penyambutan sekaligus pelestarian budaya lokal.
Dalam arahannya, Hj. Badrah Ekawati menegaskan bahwa penguatan peran Posyandu 6 SPM terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Umi Badrah, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa keberadaan kader Posyandu yang kuat menjadi salah satu cerminan pembangunan yang transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penerapan 6 SPM merupakan bagian penting dalam menghadirkan pelayanan pembangunan yang menyentuh masyarakat secara langsung, dengan standar pelayanan pada masing-masing bidang.
“Penguatan Posyandu 6 SPM ini terus kita lakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Kader Posyandu yang kuat merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain memberikan arahan terkait Posyandu 6 SPM, Hj. Badrah Ekawati juga mengapresiasi kinerja kader Posyandu Ranggo serta berbagai agenda pembangunan lingkungan yang dilaksanakan Kelurahan NAE.
Ia menyoroti sejumlah program lingkungan, di antaranya pembentukan kampung hijau dan pengelolaan sampah yang dinilai perlu terus digalakkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, gerakan penghijauan dan pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi perlu menjadi bagian dari budaya masyarakat dan agenda pembangunan kelurahan.
Ke depan, ia berharap indikator keberhasilan seorang lurah juga dapat terlihat dari keberhasilan dalam mendorong kegiatan penghijauan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan kondisi lingkungan yang tertib dan aman.
“Program penghijauan, pembentukan kampung hijau dan pengelolaan sampah harus terus digalakkan. Ke depan, kita ingin melihat keberhasilan kelurahan juga tercermin dari lingkungan yang hijau, tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan penilaian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kader Posyandu, pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung pembangunan berbasis masyarakat.
Bagikan artikel ini: