Himbauan

Terima Penghargaan Lurah Terbaik dari Dandim 1608/ Bima. Ini Profil Fazhur Lurah Viral Nan Energik di Kota Bima

05 Oktober 2026
Operator Kelurahan
Dibaca 108 Kali
Terima Penghargaan Lurah Terbaik dari Dandim 1608/ Bima. Ini Profil Fazhur Lurah Viral Nan Energik di Kota Bima

Lurah Nae Kota Bima Dari Bima Tumbuh untuk Mengabdi. Lahir di Bima, 12 September 1992, Fazhurrahman merupakan putra bungsu dari lima bersaudara, buah hati pasangan Almarhum M. Jafar Yusuf dan Hj. Hamillah. Ia tumbuh dan besar di Bima. Dari lingkungan keluarga dan kehidupan masyarakat Bima itulah karakter kesederhanaan, kedekatan dengan masyarakat dan semangat untuk terus belajar tumbuh dalam dirinya.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 6 Bima dan diselesaikan pada tahun 2004. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di MTs Padolo dan tamat pada tahun 2007, sebelum menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Kota Bima pada tahun 2010.

Perjalanan pendidikannya kemudian membawanya ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tahun 2014, Fazhur menyelesaikan pendidikan Sarjana Terapan Pemerintahan.

Tidak berhenti pada pendidikan kedinasan, semangat untuk terus meningkatkan kapasitas membawanya memperoleh Beasiswa Karya Siswa Bappenas pada tahun 2021. Melalui beasiswa tersebut, ia melanjutkan pendidikan magister pada bidang Pembangunan Daerah di Program Magister Administrasi Publik Universitas Brawijaya, Malang.

Bagi Fazhur, pendidikan bukan sekadar gelar, tetapi modal untuk memahami persoalan masyarakat dan menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, adaptif dan solutif.

Dari Birokrasi, Turun Ke Masyarakat

Karier Fazhurrahman dibangun melalui pengalaman di sejumlah lini pemerintahan Kota Bima.

Ia mengawali perjalanan sebagai Staf pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Bima. Pengalaman ini mempertemukannya dengan berbagai dinamika komunikasi pemerintahan dan pelayanan publik. Selanjutnya ia dipercaya sebagai Sekretaris Kelurahan Sarae, yang memberinya pengalaman langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan. Pengalaman berikutnya semakin memperluas perspektifnya ketika dipercaya sebagai Perencana Ahli Muda pada Bappeda Kota Bima. Di posisi ini, ia berhadapan langsung dengan proses perencanaan pembangunan daerah, penyusunan program serta bagaimana kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika Fazhur dipercaya mengemban amanah sebagai Lurah Nae Kota Bima. Di Kelurahan Nae, ia membawa pendekatan kepemimpinan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembangunan.

Baginya, kelurahan bukan hanya tempat pelayanan administrasi pemerintahan. Kelurahan adalah ruang tempat pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas dan berbagai elemen lainnya bertemu untuk menyelesaikan persoalan bersama.

Karena itu, semangat yang dibangun adalah:

“Bergerak Bersama, Kolaborasi Membangun Masyarakat Kelurahan Nae.”

PEMIMPIN YANG MEMILIH UNTUK TURUN DAN BERGERAK

Dalam menjalankan tugasnya, Fazhurrahman dikenal memiliki perhatian pada pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup dan penguatan potensi warga.

Ia mendorong berbagai gerakan yang menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima program, tetapi sebagai pelaku pembangunan.

Di bidang lingkungan, perhatiannya dituangkan melalui gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dari kegelisahan terhadap persoalan sampah, ia kemudian menulis buku:

“Revolusi Pengelolaan Sampah”. Buku tersebut menjadi bagian dari gagasan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah dari sekadar sesuatu yang harus dikumpulkan dan dibuang, menjadi sesuatu yang harus dikurangi, dipilah, dikelola dan dimanfaatkan sejak dari sumbernya.

Semangat ini berjalan seiring dengan pengembangan Kampung Hijau Kelurahan Nae, pemberdayaan masyarakat dan berbagai kolaborasi dengan warga serta mitra.

Di sisi lain, perhatian terhadap pelayanan dasar masyarakat juga diwujudkan melalui penguatan Posyandu 6 SPM, pemberdayaan kader, pengembangan inovasi pelayanan serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

MEMBANGUN DENGAN KOLABORASI

Bagi Fazhurrahman, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri.

Karena itu, berbagai program di Kelurahan Nae diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara: Pemerintah – Masyarakat – RT/RW – Lembaga Kemasyarakatan – Dunia Usaha – Akademisi – Komunitas – TNI/Polri – dan berbagai mitra pembangunan.

Pendekatan ini membuat sejumlah program di Kelurahan Nae berkembang tidak hanya sebagai program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.

Salah satu bentuk apresiasi atas kiprah dan sinergi tersebut adalah penghargaan Lurah Terbaik dari Dandim 1608/Bima, sebuah penghargaan yang semakin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kelurahan, TNI dan masyarakat dalam membangun wilayah.

SEORANG PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT

Untuk memperkuat kapasitas profesionalnya, Fazhurrahman telah mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan, antara lain:

  • Diklat Kepemimpinan Tingkat IV, Mataram, 2018.
  • Diklat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tipe Dasar, 2023.
  • Diklat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tipe C, 2023.
  • Magister Administrasi Publik – Pembangunan Daerah, Universitas Brawijaya, melalui Beasiswa Karya Siswa Bappenas, 2021.

Perjalanan tersebut menggambarkan satu karakter penting dalam dirinya: tidak berhenti belajar.

JIWA KEPEMIMPINAN TUMBUH SEJAK MUDA

Jauh sebelum menjadi birokrat, Fazhurrahman telah mengenal dunia organisasi.

Saat masih duduk di bangku SMA, ia dipercaya sebagai Ketua Pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII) Bima pada tahun 2008.

Pengalaman berorganisasi sejak usia muda membentuk kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, membangun jejaring dan memahami dinamika masyarakat.

Semangat tersebut terus dilanjutkan. Pada tahun 2026–2027, ia dipercaya sebagai Ketua DPW NTB Bhumi Literasi Anak Bangsa.

Literasi dan pengembangan kapasitas generasi muda menjadi salah satu ruang pengabdian yang terus ia tekuni.

KELUARGA: SUMBER KEKUATAN

Dalam kehidupan keluarga, Fazhurrahman menikah dengan Anggun Nurillah, S.E., putri dari Bapak Ir. H. Abdurrahman H. Mukhsin dan Hj. Siti Hawa H. Nurdin.

Keduanya dikaruniai dua putri: Ayesha Marzia dan Maryam Banafsha.

Di tengah kesibukan sebagai aparatur pemerintahan, keluarga menjadi ruang untuk kembali pada kesederhanaan dan keseimbangan hidup.

PRIBADI YANG SEDERHANA, TERBUKA DAN DEKAT DENGAN MASYARAKAT

Di luar tugas kedinasan, Fazhurrahman memiliki hobi berolahraga dan membaca novel.

Ia dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul, sederhana dan terbuka. Karakter tersebut menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.

Baginya, seorang pemimpin tidak harus selalu berada di belakang meja.

Pemimpin harus hadir, mendengar, memahami dan bergerak bersama masyarakat.

 

Bagikan artikel ini: