Himbauan

Wali Kota Bima Awali Safari Kerja di Kecamatan Rasanae Barat, Perkuat Koordinasi dan Serap Aspirasi Wilayah

29 Juni 2026
FAZHURRAHMAN, S.STP.,M.AP
Dibaca 53 Kali
Wali Kota Bima Awali Safari Kerja di Kecamatan Rasanae Barat, Perkuat Koordinasi dan Serap Aspirasi Wilayah

Mengawali rangkaian safari kerja ke seluruh kecamatan di wilayah Kota Bima, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE memulai kunjungan perdana di Kecamatan Rasanae Barat. Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi sekaligus sarana menyerap berbagai informasi, masukan, dan perkembangan kondisi wilayah dari camat dan seluruh lurah di Kecamatan Rasanae Barat, Senin (29/06/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi. Camat bersama para lurah menyampaikan berbagai persoalan, tantangan, serta potensi yang dimiliki masing-masing wilayah sebagai bahan evaluasi dan perumusan langkah strategis Pemerintah Kota Bima ke depan.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa camat dan lurah merupakan ujung tombak pemerintahan yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, unsur kewilayahan dituntut untuk mengetahui setiap perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, sekecil apa pun persoalannya.

"Camat dan lurah adalah kepala wilayah. Sudah menjadi kewajiban untuk memahami kondisi masyarakat secara utuh, mengetahui setiap persoalan yang muncul, serta hadir memberikan solusi melalui koordinasi yang cepat dan tepat," tegas beliau.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan safari kerja ini bukan sekadar agenda kunjungan, melainkan menjadi upaya memperkuat jaringan koordinasi internal Pemerintah Kota Bima. Komunikasi yang intensif antara pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui forum tersebut, Wali Kota juga mendorong seluruh camat dan lurah untuk terus membangun komunikasi yang aktif dengan ketua RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, setiap informasi yang berkembang dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur.

Safari kerja ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bima dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, memperkuat sinergi antarperangkat daerah, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berangkat dari kebutuhan dan kondisi riil masyarakat di setiap wilayah.

Lurah Nae, Fazhurrahman, S.STP., M.AP. memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah laporan terkait program yang telah dilaksanakan serta rencana kegiatan yang akan menjadi fokus Pemerintah Kelurahan Nae ke depan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan persampahan berbasis masyarakat. Lurah Nae melaporkan bahwa Pemerintah Kelurahan telah membangun lubang biopori jumbo sebagai bagian dari inovasi pengelolaan sampah organik di tingkat kelurahan. Fasilitas tersebut akan diujicobakan untuk menampung sampah organik yang berasal dari 10 nasabah sampah yang telah ditetapkan sebagai peserta awal program.

Program ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berorientasi pada pengurangan sampah dari sumbernya. Ke depan, pengelolaan sampah akan terus dioptimalkan melalui proses pemilahan sejak dari rumah tangga. Sampah organik akan dikelola menggunakan biopori jumbo, komposter, maupun metode pengolahan lainnya yang sesuai dengan kondisi lingkungan, sehingga volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan.

Selain persoalan persampahan, Lurah Nae juga melaporkan perkembangan pelaksanaan monitoring dan evaluasi distribusi LPG bersubsidi 3 kilogram. Sebelumnya, Pemerintah Kelurahan Nae telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, para ketua RT/RW, serta pihak pangkalan LPG untuk menyamakan persepsi dalam pengawasan distribusi gas subsidi.

Melalui koordinasi tersebut, pendistribusian LPG bersubsidi akan terus dimonitor oleh Tim Satuan Tugas Kelurahan, guna memastikan penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kelurahan juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif mengawasi proses distribusi, sehingga apabila ditemukan penyimpangan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Nae turut menyampaikan beberapa kebutuhan dan persoalan lain yang memerlukan perhatian Pemerintah Kota Bima, di antaranya penyaluran bantuan sosial agar semakin tepat sasaran, peningkatan kualitas infrastruktur jalan lingkungan, serta penambahan armada angkut sampah untuk mendukung pelayanan kebersihan di wilayah Kelurahan Nae.

Laporan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kelurahan Nae untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kota Bima, sekaligus memastikan setiap program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan secara efektif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 
Bagikan artikel ini: