Perkuat Kegiatan Sosial Kemasyarakatan, RW 02 Sepakati Mbolo Kampo Terkoordinasi di Tingkat Lingkungan
Dalam upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, Ketua RW dan seluruh Ketua RT se-RW 02 Kelurahan Nae bersama tokoh masyarakat serta tokoh pemuda menggelar pertemuan untuk menyepakati tata kelola pelaksanaan Mbolo Kampo atau musyawarah pernikahan warga secara lebih terkoordinasi.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Serojo, milik salah seorang tokoh masyarakat Lingkungan Nae, Bapak Bambang Eka Santoso, menghasilkan kesepakatan bahwa pelaksanaan Mbolo Kampo di lingkungan RW 02 akan dikoordinasikan oleh Ketua RW 02 bersama seluruh Ketua RT. Kesepakatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarwarga sekaligus menjaga kelestarian budaya musyawarah yang telah menjadi tradisi masyarakat Bima.
Ketua RW 02, Ustadz Edwin, menyampaikan bahwa selama ini pelaksanaan Mbolo Kampo sebenarnya telah berjalan dengan baik. Ketua RT maupun RW selalu hadir dan berperan aktif dalam mengawal setiap kegiatan musyawarah pernikahan warga. Namun demikian, menurutnya diperlukan pengaturan yang lebih jelas mengenai mekanisme, peran, dan tanggung jawab masing-masing pihak agar pelaksanaannya semakin tertib, terarah, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Selama ini Mbolo Kampo sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat kita. RT dan RW selalu hadir mendampingi setiap kegiatan. Ke depan, kita ingin peran masing-masing lebih tertata sehingga koordinasi semakin baik dan seluruh proses berjalan lebih tertib," ujar Ustadz Edwin.
Melalui kesepakatan ini, Ketua RW bersama Ketua RT akan menjadi penghubung utama dalam koordinasi pelaksanaan Mbolo Kampo, mulai dari penyampaian informasi kepada warga, pengaturan jadwal musyawarah, hingga memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan nilai kebersamaan, saling menghormati, dan semangat gotong royong.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam membangun kehidupan sosial yang semakin harmonis. Seluruh peserta berkomitmen untuk terus menjaga tradisi Mbolo Kampo sebagai warisan budaya yang tidak hanya memperkuat persaudaraan, tetapi juga menjadi media musyawarah dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan sosial masyarakat secara bersama-sama.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem koordinasi sosial yang lebih baik di RW 02, sehingga setiap kegiatan kemasyarakatan dapat terlaksana secara tertib, transparan, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Dengan demikian, semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Kelurahan Nae dapat terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.