IKAPTK Kota Bima Dukung Pengelolaan Sampah Organik melalui Biopori Jumbo di Kelurahan Nae
Bangun kolaborasi pengelolaan sampah ramah lingkungan, IKAPTK bantu pembuatan Biopori Jumbo di Kelurahan Nae. Pengelolaan sampah ramah lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan perlu dimulai dari tingkat rumah tangga melalui penerapan pemilahan sampah dari sumbernya.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyediakan wadah penampungan dan pengolahan sampah organik, seperti pembangunan biopori jumbo. Metode ini dinilai efektif untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan manfaat bagi lingkungan.
Program pengelolaan sampah organik yang digagas Pemerintah Kelurahan Nae mendapat perhatian dan dukungan dari Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Bima. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembuatan satu unit biopori jumbo yang diharapkan dapat menampung dan mengelola sampah organik dari sejumlah rumah tangga di wilayah tersebut.
Ketua I IKAPTK Kota Bima, Syarif Rustaman,S.Sos,.M.AP yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima menyampaikan komitmennya untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikembangkan oleh Kelurahan Nae. Menurutnya, pengelolaan sampah organik melalui biopori merupakan salah satu solusi sederhana namun memiliki dampak besar bagi kebersihan lingkungan.
Alumni STPDN Angkatan 03 tersebut menegaskan bahwa mewujudkan Kota Bima yang bersih dan berkelanjutan memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, IKAPTK siap berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
IKAPTK sendiri merupakan organisasi yang menghimpun alumni sekolah dan perguruan tinggi kepamongprajaan, mulai dari Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), hingga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Dukungan tersebut disambut hangat oleh Lurah Nae, Fazhurrahman,S.StP,.M.AP yang juga merupakan alumni IPDN. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti nyata kehadiran para birokrat yang berasal dari bidang tugas yang berbeda, memiliki kesamaan visi dalam menerjemahkan harapan dan program pembangunan daerah yang dicanangkan oleh kepala daerah, seperti Kota Bima BISA.
"Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat positif. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya. Kelurahan Nae diharapkan dapat menjadi wilayah percontohan (pilot project) dalam pengembangan model pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan," ujarnya.
Melalui dukungan berbagai pihak, program biopori jumbo di Kelurahan Nae diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sederhana, murah, dan berkelanjutan.
Bagikan artikel ini: