Lurah Nae Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Bhumi Literasi Anak Bangsa, Jalin Kerjasama Literasi Lingkungan
Kota Bima, Kamis (18/06/2026) Bhumi Literasi Anak Bangsa jalin kesepakatan dengan Kelurahan Nae terkait literasi lingkungan. Ketua yayasan Bhumi Literasi anak Bangsa Ir. Dwi Shinta Dharmopadni, menilai langkah yang diambil Pemerintah Kelurahan Nae selama ini cukup menarik dengan terus mengedukasi pemilahan sampah dari sumber, selain itu dipandang cukup progresif dengan pelibatan masyarakat didalam kegiatan-kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan secara bergilir dengan menghadirkan seluruh unsur masyarakat, LPM, babinsa, bhabinkamtibmas, PKK, Kader Posyandu, Karang Taruna, seluruh Ketua RT/RW.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Bhumi Literasi Anak Bangsa, Kapten Cke Rizal Mutaqin, S.Kom,.M.Sc., menyatakan Bhumi Literasi anak Bangsa akan terus menjaga komitmen pengembangan literasi pada masyarakat. Literasi lingkungan yang kita lakukan hari ini menjadi hal yang sangat fundamental untuk diwariskan pada generasi berikutnya. "Kita tidak boleh mewarisi sampah untuk masa depan, untuk anak cucu kita, upaya edukasi menjadi tanggungjawab bersama termasuk tanggungjawab Bhumi Literasi Anak Bangsa", Ujarnya.
Lurah Nae,Fazhurrahman, S.STP,.M.AP menyambut baik kesepakatan bersama ini. Edukasi ke masyarakat secara langsung maupun melalui platform media sosial harus terus kita masifkan, kita sedang membangun habits baru, sehingga butuh effort lebih, kehadiran Bhumi Literasi Anak Bangsa jadi penambah semangat kami dilapangan, untuk terus hadir menjadi problem solver, ungkapnya.
Ditengah keterbatasan ruang fiskal daerah, jalinan kerjasama seperti ini menjadi sangat berarti untuk mendorong percepatan penyebaran informasi dan pemahaman kepada masyarakat. Pemerintah Kelurahan Nae sedang berupaya membangun satu pola baru pengelolaan sampah dengan memaksimalkan pendekatan melaui sumber rumah tangga. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara diantaranya pembuatan lubang biopori untuk sampah organik, pendirian bank sampah untuk sampah anorganik dan untuk memudahkan pencapaian sasaran program dilakukan pendekatan pada wilayah yang menjadi pilot project.
Bagikan artikel ini: